Pengertian pendidikan non formal menurut para ahli dan contohnya

Pengertian pendidikan non formal sesuai dengan bunyi  pasal 1 ayat 12 undang undang no.20 tentang  sistem pendidikan diindonesia dan didukung dengan keluarnya peraturan pemerintah no 17 tahun 2010 tentang pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan pendidikan nonformal ialah jalur pendidikan yang dilaksanakan diluar pendidikan formal dan dilaksanakan secara tersetruktur serta berjenjang.

Umumnya pendidikan digolongkan menjadi menjadi 2 kategori yakni pendikan formal dan pendidikan nonformal.  Berikut ini saya akan berikan beberapa pengertian pendidikan nonformal menuru para ahli.

pendidikan non formal

  1. MenurutPhilip H.Coombs, pendidikan nonformal ialah semua kegiatan atau aktivitas yang dilakukan diluar jalur sekolah dan dilakukan secara terorganisir, sistematis dan berkelanjutan. Dapat disimpulkan secara singkat pendidikan ialah semua yang berhubungan dengan kegiatan pendidikan diluar pendidikan sekolah merupakan pendidikan formal.
  2. Russel Kleis, ia berpendapat tentang pendidikan semua yang kegiatan pendidikan yang dilakukan dengan sengaja dan sistematis. Pada umumnya pendidikan ini berbeda dengan pendidikan tradisional terutama dengan masalah waktu, materi serta medianya.Jenis pendidikan ini dilaksanakan atas dasar sukarela dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik
  3. Adikusumo. didalam bukunya mengatakan tentang pendidikan nonformal ialah: seteiap kesempatan dimana ada terjadi komunikasi yang teratur serta terarah yang terjadi diluar pendidikan formal seperti sekolah
  4. Sudjana mengartikan tentang pendidikan non formal ialah semua kegitan ajar mengajar yang dilaksanakan diluar pendidikan formal dengan tujuan membantu peserta didik dalam mengaktualisasikan potensi diri seperti sikap, keterampilan, dan aspirasi yang bermanfaat bagi dirinya, keluarga, masyarakat, lembaga, bangsa, dan negara.

Baca juga: Contoh artikel pendidikan bahasa indonesia

Fungsi pendidikan non formal

Menurut H.A.R Tilaar  tujuan pendidikan non formal dilaksanakan ialah:

  1. menciptakan subjek pembangunan yang Mampu melihat sekitar, melihat masalah-masalah hidup sehari-hari, melihat potensi yang ada baik sosial maupun fisik.
  2. Mampu serta terampil memanfaatkan potensi yang ada dalam diri, kelompok, masyarakatnya dan lingkungan fisiknya untuk memperbaiki hidup dan kehidupan masyarakatnya (Tilaar, 1983). Kemampuan tersebut jelas memerlukan pendidikan dan latihan kepada individu ataupun kelompok-kelompok yang ada di masyrakat atau komunitas tertentu

Informasi tentang biaya pendidikan bisa anda dapatkan melalui pinajaman tanpa agunan

Demikian tentang Pengertian pendidikan non formal menurut para ahli dan contohnya semoga bermanfaat dan terimakasih.

Pendidikan karakter bagi anak usia dini dilingkungan keluarga

Mendidik anak sejak usia dini agar suatu saat anak tersebut mempunyai karakter dan prilaku yang membanggakan memang penting, Sebab anak di usia dini sangat sensitif/peka terhadap apa yang dia lihat dan apa yang dia rasakan serta pendidikan yang dia terima baik dilingkungan formal maupun dilingkungan keluarga.

Menanamkan pendidikan berkarakter terhadap anak usia dini tidak bisa kita paksakan sesuai dengan kehendak kita sendiri, kita mesti pintar-pintar melihat dan membujuk anak tersebut agar kita bisa arahkan untuk yang lebih baik. Ada beberapa fungsi pendidikan karakter yaikni sebagai keteladan, intervensi, membiaskan anak untuk  membedakan mana yang baik dan buruk dan fungsi penguatan. dari semua fungsi pendidikan karakter diatas memang sudah pelajari di pendidikan formal seperti sekolah, tapi alangkah baiknya anda tidak memberikan tanggung jawab sepenuhnya kesekolah untuk membentuk karakter anak, sebab pendidikan karakterk tanpa mengurangi kepercayaan sekolah, pendidikan karakter dirasa lebih efektive bila dikuatkan dengan pendidikan karakter dilingkungan keluarga.

Pendidikan karakter

Anak adalah investasi masa depan keluarga bahkan bangsa ini, bila kita tidak membiasakan untuk berperilku terpuji tidak menutupi kemungkinan masa depan bangsa ini semangkin tidak jelas dari sekarang ini,tingkat kriminilatas semangkin tidak terkendali, angka korupsi semangkin meningkat, dan masih banyak lagi kejahatan-kejahatan yang kita tidak pernah bayangkan sekarang ini.

Fungsi dan tujaun pendidikan karekter bagi anak usia dini.

Diawal telah disinggung tentang fungsi pendidikan karekter anak usia dini,  kali ini saya akan mengupas secara terinci.

fungsi pendidikan karekter bagi anak usia dini:

  • fungsi keteladanan, dilingkungan keluarga anda sebagai orang tua harus memberikan contoh yang terbaik di depan anak anda, jadilah contoh seorang tauladan dikeluarga sebab anak akan meniru apa yang dia lihat terlebih orang terdekat dengannya.
  • fungsi Intervensi, secara perlahan anda mengajarkan serta mengarahkan agar anak mempunyai pola dan prilaku yang baik itu merupakan salah fungsi bentuk intervesi positive.Sebaliknya anak akan meniru  kita bila mengerjakan hal hal yang kurang terpuji bagi anak dan itu merupakan salah satu intervensi dalam bentuk intervensi negative.
  • Fungsi membedakan baik dan buruk. sejak dini anda sudah mengenalkan anak anda mana yang baik dan mana yang buruk tentu suatu anak tersebut tumbuh dan besar ia akan terbiasa dengan hal hal baik lagi terpuji dan begitu juga sebaliknya.
  • Fungsi penguatan. Bila anda secara terus menerus menanamkan pendidikan didalam keluarga itu merupakan salah satu pondasi dalam diri anak untuk menjalani kehidupan selanjutnya, tidak mudah terpengaruh hal hal yang bisa dirasakan merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Baca juga: Karakteristik Perkembangan dan pendidikan Anak Usia Dini

Tujuan pendidikan karakter bagi anak usia dinia:

  • Mengembangkan potensi anak dalam memilih pola dan sikap terhadap anak.
  • Membangun dan membiasakan hal hal yang baik terhadap anak.
  • Mengembangkan kemampuan anak agar nantinya lebih mandiri dan lebih kreative.
  • mengembangkan serta membiasakan untuk belajar.

Sekian pembahasan tentang Pendidikan karakter bagi anak usia dini dilingkungan keluarga semoga dengan membaca artikel ini semakin giat untuk membimbing anak agar berkarekter positive.

menyorot kinerja dinas pendidikan

Carut marutnya dunia pendidikan kita saat ini tidak terlepaskan dari sistem pengelolaan pendidikan kita yang begitu kacau. padahal dari semua pos anggaran APBD, pos anggaran pendidikan yang lebih besar, anggaran pendidikan indonesia mencapai 20% dari APBN sebesar 2400 Triliun pertahunnya.

Kepala dinas pendidikan dki

Tidak heran dari begitu tingginya anggaran untuk pos pendidikan menjadi lahan subur buat para koruptot, kalau dihitung-hitung dari jumlah dana yang dikucurkan untuk pendidikan harusnya biaya pendidikan di indonesia bisa jadi murah bahkan bisa menjadi gratis walaupun untuk SMP saja, dalam temuan audit bpk lima tahun terakhir dana bantuan sekolah (BOS), pengelolaan dana alokasi khsusu (DAK), berdasarkan hitung-hitungan ICW atas hasil audit bpk tersebut negara dirugikan sebesar 852,7 meliar, semester 2 tahun 2007, penyimpangan tersebut terjadi pada pengelolaan aset sebesar 815,6 M tidak tepat sasaran mencapai, sekitar 10,5M dan pemborosan sekitar 6,9M penyimpangan lainnya yang tidak diberitahu pos nya mencapai 2,9. ini baru ditahun 2007 saja belum lagi ditahun 2015 ini.

Ditahun 2015 kepala dinas dki jakarta menemukan pos anggaran ganda sebesar 2,4 triliun melihat kejadian tersebut larso (nama kepala dinas pendidikan dki jakarta) melaporkan hal tersebut kepada wakil gubernur dki jakarta. tidak terhenti sampai disitu saja pak larso menemukan kasus dalam penyaluran kartu jakarta pintar yang tidak tepat sasaran sehingga merugikan negara sebesar 13.34 meliar. Dan sekarang ini menurut informasi yang telah kami dapat bahwa pendidikan sekarang ini telah di sediakan sebuah dana pendidikan yang bisa di pinjaman dengan nama pinjaman tunai tanpa jaminan untuk pendidikan, dan hal ini memang perlu di adakan karena dengan adanya pinjaman untuk biaya pendidikan ini maka anak bangsa akan terselamatkan dari segi pendidikan.

kasus lain juga terdapat pada tahun 2013, dalam hasil audit badan pemeriksa keuangan (BPK) menemukan 11 sekoleh di dki jakarta dalam memberikan pelaporan pertanggungjawaban tidak benar sehingga merugikan negara sebesar 8,29 meliar, larso selaku dinas pendidikan dki jakarta juga menemukan kasus kekerasan terhadap siswa yang menimpa sekoleh menengah atas negeri 3 jakarta selatan. atas kejadian tersebut kepala dinas pendidikan dki jakarta membuat dirinya mencopot kepala sekolah menengah atas negeri 3 ( Ni Ketut Diah Chaerani ) dari jabatannya.

Baca juga: Cara mendapatkan pinjaman pendidikan dalam bentuk pinjaman tanpa jaminan

Sebenarnya masih banyak temuan temuan BPK didinas pendidikan yang mengakibatkan kerugian negara yang tidak sedikit. anda bisa mencari dengan menserching di google, disana anda akan temukan sorotan dunia kelam pendidikan kita.

Demikian artikel tentang menyorot kinerja dinas pendidikan semoga bermanfaat dan tidak menjadi penyumbang kerugian negara kedepannya dengan melakukan korupsi di dunia pendidikan. ingat dunia pendidikan kita saat ini sudah kelah jadi jangan anda tambah lagi hingga bertambah kelam. terimakasih…

Sumber: taralite.com