Keuangan merupakan hal yang vital Dengan kebutuhan yang semakin hari semakin meningkat, serta budaya konsumerisme yang sering membawa orang-orang menuju jurang hutang. Walaupun tidak diingnkan, hutang tetap saja menjadi momok menakutkan apalagi bagi mereka yang berada di ekonomi bawah. Hutang menjadi mimipi buruk bagi setiap orang. Mengapa bisa begitu? Jawabannya adalah karena hutang tercipta lebih sering karena hal-hal sepele yang menjadikan kita konsumerisme padahal hal-hal tersebut seharusnya bisa kita hindari. Kebiasaan-kebiasaan yang dianggap kurang penting malah justru dilakukan walaupun memberatkan kuangan dan mengarahkannya dalam jurang hutang. Biasanya hal-hal ini disebabkan oleh gaya hidup masa kini yang cenderung konsumerisme dan gengsi apabila tidak mengikutinya. Mengenai hal-hal yang menyebabkan orang-orang terjebak dalam hutang kita akan menyimaknya dalam ulasan berikut ini.

prencanaan keuangan

Tidak memprioritaskan kebutuhan

Inilah hal yang sering menyebabkan Anda sering terlilit hutang. Anda sering mengabaikan hal sepele yang satu ini yaitu tidak memprioritaskan kebutuhan pokok. Anda terlalu sering mementingkan kebutuhan Sekunder dan tersier terlebih dahulu padahal kebutuhan pokok jauh lebih penting. Lalu bagaimana jika kebutuhan pokok tidak terpenuhi? Anda pasti akan memikirkan beberapa cara untuk dapat memenuhinya salah satunya berhutang. Maka dari itu, sangat penting bagi Anda untuk menggolongkan kebutuhan Anda secara urut dari kebutuhan Primer, kebutuhan Sekunder barulah kebutuhan tersier. Itu menjadikan ada lebih mudah mengatur keuangan anda sehingga tidak akan terjadi yang namanya hutang.

Asal menggunakan kartu kredit

Apa hal pertama yang menyebabkan Anda boros saat berbelanja? Ya, Anda hanya asal aja gunakan kart kredit tanpa menghitungnya atau membatasinya terlebih dahulu. Hal ini sering kali terjadi, merasa mempunyai kartu kredit jadi sering “asal-asalan” dalam membelanjakan. Apalagi jika melihat barang baru atau barang- barang yang lagi hits atau populer, wanita biasanya. Kaum wanita kadang tidak bisa mengontrol emosi nya dalam membelanjakan dan akhir-akhirnya pasti menggesek kartu kredit lagi, lagi dan lagi.

Hal ini baru terasa jika berada di akhir bulan, beban tagihan atau cicilan yang meningkat. Dan apa yang akan terjadi? Hutang semakin menumpuk untuk barang-barang yang bisa dikatakan tidak sedang dibutuhkan.

Terlalu sering Hangout

“Besar pasak daripada tiang” ini dia peribahasa yang akan menjadi kenyataan apabila Anda terlalu sering membuat pengeluaran membengkak padahal penghasilan sama aja setiap bulan. Suka jajan, nongkrong di caffe, jalan-jalan di mall, atau sering makan diluar rumah inilah yang membuat Anda semakin boros dan menyebabkan kondisi keuangan Anda menjadi terancam. Tanpa Anda sadari, kebiasaan-kebiasaan Anda yang sebenarnya bisa untuk dihindari itu dapat menyebabkan potensi untuk behutang lebih besar. Jika penghasilan tidak mencukupi kebutuhan-kebutuhan lainnya lalu apa yang akan Anda lakukan? Ya pasti Anda tau sendiri jawabannya. Sebaiknya Anda rubah kebisaan boros, seperti makan diluar atau nongkrong dicaffe contohnya dengan Anda makan di rumah, akan menghemat beberapa rupiah dari tabungan Anda.

Tidak ada dana untuk keadaan mendesak

Hal lain yang membuat Anda sering terlilit hutang adalah Anda lupa dengan dana untuk kebutuhan darurat atau mendesak. Kebutuhan darurat tidak bisa diprediksi, namun sebaiknya jangan Anda lupakan. Sering orang yang memutuskan berhutang karena di saat membutuhkan dana secara mendadak, Anda tidak memiliki dana untuk itu. Keadaan seperti, sakit, kecelakaan, kemalingan, atau juga hal-hal yang mengharuskan Anda mengambil dana dari tabungan Anda juga sangat penting untuk diperhatikan. Hal-hal semacam itu menyebabkan Anda terpaksa untuk mengambil hutang jika Anda tidak mempunyai tabungan tersendiri. Jadi, sebaiknya Anda menyisihkan beberapa persen dari penghasilan untuk biaya-biaya darurat atau mendesak.

Keinginan untuk gandakan uang

Investasi memang salah satu cara membuat uang Anda menjadi berkembang. Memanglah sesuatu yang baik apabila Anda berfikir seperti itu. Namun, jangan sampai Anda terlalu berlebihan dalam melakukannya. Yang namanya investasi tidak bisa langsung instant dalam menghasilkan. Ada proses yang harus dilewati terlebih dahulu. Anda boleh saja berinvestasi, namun jangan membuat Anda melupakan kebutuhan Anda yang lain. Misalnya saja, menanam modal di suatu proyek. Anda harus mengetahui prospek atau perkembangan dari proyek tersebut dahulu sebelum memutuskan untuk menanamkan modal di sana. Apabila Anda salah melangkah, bukan untung yang Anda hasilkan justru Anda malah buntung. Anda tidak memperoleh hasil dan uang Anda hilang begitu saja. Ketika sudah begitu, apa akibatnya? Hal itu menjadikan suatu kebiasaan buruk bagi Anda dan membahayakan bagi kondisi keuangan Anda. Ketika merugi, sudah dapat dipastikan bahwa modal Anda habis dan apa yang akan Anda lakukan? Ya, Anda tidak akan segan untuk berhutang. Untuk berinvestasi, Anda tidak dilarang melakukannya. Investasi yang lebih menjamin misalnya seperti berinvestasi emas atau rumah., kemungkinan untuk menghasilkan jauh lebih besar.

Pembayaran otomatis tanpa aturan

Nah, ini dia hal yang sering membuat Anda terlilit hutang adalah karena Anda mengarahkan semua pembiayaan ke dalam fitur pembayaran otomatis. Memang, fitur pembayaran ini sangat membantu Anda disiplin dalam keuangan, namun jika dilakukan tanpa aturan, Anda yang akan repot sendiri. Fitur pembayaran ini jika digunakan secara tepat akan sangat membantu Anda, karena fitur ini akan membuat sejumlah uang yang berada di rekening Anda sebagai penghasilan setiap bulannya akan secara otomatis dipotong atau ditarik untuk membayar sejumlah tagihan kredit. Namun, yang menjadi pertanyaan, apakan Anda sudah menghitung berapa jumlah tagihan Anda setiap bulannya yang akan secara otomatis dipotong oleh fitur pembayaran otomatis ini?  nah, pastikan dan hitung dulu tagihan yang akan Anda bayar melalui fitur pembayaran otomatis ini. sehingga jika sewaktu- waktu Anda membutuhkan dana yang mendadak, Anda bisa memastikan saldo di rekening Anda cukup untuk menghendel itu. Saya sarankan, jika Anda tidak terlalu membutuhkan dan bisa membayar sendiri tagihan-tagihan Anda, tak usahlah memakai jasa pembayaran otomatis ini. karena jika Anda sendiri yang membayarnya, Anda lebih bisa mengatur dan mengkondisikan kondisi keuangan Anda.

Nah, itulah kebiasaan atau alasan mengapa Anda sering terlilit hutang. Gaya hidup, kebiasaan untuk boros dan bermewah-mewahan memang sering tanpa sadar membawa kita kedalam jurang hutang. Meskipun berhutang dalam jumah yang kecil itu juga tidak baik apabila Anda juga tidak bisa mengaturnya. Namun lebih baik Anda hindari hal-hal yang sering membuat anda berhutang seperti yang disebutkan diatas. Mulailah untuk mengatur keuangan Anda dengan lebih baik. Prioritaskan kebutuhan pokok dan hindari sifat konsumerisme atau boros. Apakah Anda termasuk yang melakukan hal-hal diatas? Mulai rubahlah dari sekarang sebelum Anda menyesal nantinya.

 

Lihat juga info menarik seputar Pinjaman KTA

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comments links could be nofollow free.